Juventus Kudeta AS Roma Dengan Catatan Manis

Juventus Kudeta AS Roma Dengan Catatan Manis

Juventus Kudeta AS Roma Dengan Catatan Manis – Juventus untuk sementara mengecap manisnya menjadi pemuncak klasemen sementara Seri A Italia. Walaupun mungkin hanya akan memuncaki klasemen selama 24 jam saja, tapi Juventus patut bersyukur karena akhirnya bisa mengeser posisi AS Roma dari posisi pertama.

Hasil ini didapat oleh Juventus setelah pada laga dini hari tadi, Si Nyonya tua berhasil meraih kemenangan telak 2-0 kontra Livorno. Kemenangan di pekan ke 13 ini membuat Juventus untuk sementara berhak mengkudeta AS Roma dari pucuk pimpinan Liga Italia dengan berhasil mengumpulkan poin 34.  Saat ini Juventus unggul dari AS Roma dengan selisih dua angka. Tapi Juventus bisa saja harus kembali mengembalikan posisi pucuk pimpinan kepada AS Roma karena sang serigala ibukota berhasil mengalahkan Cagliari nanti malam.

Jika AS Roma kembali menunjukkan keperkasaannya dengan mengalahkan Cagliari (Tim yang dibela oleh Radja Nainggolan, pemain Belgia keturunan Indonesia) maka dipastikan AS Roma akan kembali unggul satu angka dan merebut kembali posisi teratas.

Tapi walaupun nantinya jarus menyerahkan posisi teratas kepada AS Roma kembali, Juventus patut mendapat apresiasi karena anak asuh Antonio Conte ini sedang berada dalam tren positif. Oleh karena itu pencapaian mereka menggeser AS Roma sebagai hal yang pantas.

Setelah kekalahan mengejutkan atas Fiorentina yang diasuh oleh Vincento Montella, mantan pemain AS Roma, Juventus terus meraih hasil yang gemilang di penas Seri A Italia. Dalam lima laga terakhir di kompetisi domestik, Juventus selalu berhasil meraih angka penuh.

Tidak hanya sekedar meraih kemenangan, Juventus meraihnya dengan cara yang sangat berkelas yaitu tidak pernah sekalipun kebobolan dalam lima kemenangan terakhir. Tidak saja gawang Buffon selamat dari kebobolan, hal ini juga diimbangi oleh 12 gol yang berhasil mereka lesakkan ke gawang lawan.

Tren positif Juventus dimulai saat mereka sukses mengalahkan Genoa dengan skor akhir 2-0 dan kemudian dilanjutkan dengan menjungkalkan Catania dengan skor sangat telak, 4-0. Pada pekan selanjutnya, Juventus sukses mengalahkan kuda hitam Parma dengan skor tipis 1-0. Tapi mereka tampil fantastis saat mengalahkan tim yang digadang sebagai salah satu kandidat juara, Napoli. Pasukan Rafael Benitez itu mereka hantam dengan tiga gol tanpa balas.

Hal berbeda terjadi kepada AS Roma. Melaju sangat kencang sejak awal musim. Tim racikan Rudi Garcia ini justru memperlihatkan grafik permainan yang cenderung menurun. Walaupun sampai saat ini masih belum tersentuh kekalahan, tapi dalam lima laga terakhir AS Roma hanya mencatat tiga kemenangan dan dua kali hasil imbang. Catatan yang terlihat jomplang jika dibandingkan milik Juventus. Kalau saja Juventus dan AS Roma terus dalam kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin Juventus akan menyalip AS Roma dalam perebutan gelar scudetto.