Judi Bola Sekilas Tentang Borussia Dortmund

Borussia Dortmund coach Jurgen Klopp celebrates with his teamJudi Bola – Kebangkitan Dortmund

Dalam satu dekade ke belakang, sepakbola Inggris telah melihat kedatangan para pemilik yang berstatus billionaire yang merubah mentalitas sepakbola Inggris. Uang telah memainkan bagian dalam sepakbola dalam bentuk ‘doping finansial’ di liga tersebut, sukses hanya muncul karena modal investasi yang sangat besar. Sukses yang dialami oleh klub yang dulunya dikenal sebagai klub semenjana seperti Chelsea dan Manchester City hanya dapat dicapai karena memiliki jumlah uang yang sangat besar. Akibat hal tersebut masa depan sepakbola menjadi semakin suram. Namun harapan akan perubahan tampak semakin nyata saat dua klub kaya tersebut tersingkir secara memalukan dari fase awal liga champions Eropa, kejadian tersebut adalah bukti bahwa uang tak selalu menjamin kesuksesan.

Antithesis dari premis yang menyatakan bahwa uang merupakan segalanya adalah Borussia Dortmund. Dortmund merupakan juara Bundesliga dua tahun beruntun dan musim lalu berhasil mengangkangi raksasa yang tergabung dalam Grup Maut, yakni grup D liga champions Eropa. Keberhasilan Dortmund masih ditambah dengan lolosnya mereka ke final liga champions, pertama kalinya sejak tahun 1997. Mereka mencapai tempat tinggi dibelantika sepakbola Eropa dengan sama sekali tak mengeluarkan uang dalam jumlah besar tiga tahun beruntun.

Keberhasilan Dortmund bangkit dan bereinkarnasi dari api kebangkrutan menuju finalis liga champions Eroa adalah cerita yang menginspirasi bahwa masa depan sepakbola dunia tak melulu ditentukan dengan uang. Ada banyak cara alternative yang bisa ditempuh untuk bertahan dikerasnya persaingan sepakbola modern sekarang – Judi Bola.

Tapi kesuksesan yang diraih oleh Dortmund tiga musim beruntun di liga Jerman tak datang dengan mudah. keberhasilan tersebut juga diraih seiring rangkaian kegagalan hingga membentuk mentalitas skuad Dortmund seperti sekarang ini.

Ada beberapa era yang dialami Dortmund sejak dekade 90-an hingga saat ini yang telah membentuk perubahan strategi kebijakan klub dan paradigm mereka dalam bursa transfer. Fase-fase tersebut dapat dipahami sebagai :

Era Dortmund Menjadi Klub Boros -  Judi Bola.

Di pertengahan tahun 90-an Dortmund meraih kesuksesan besar, menjuarai Bundesliga tahun 1995 dan 1996 setelah itu menjuarai liga champions di tahun 1997. Skuad Borussia Dortmund saat itu berisikan pemain bintang seperti Mathias Sammer – yang memenangkan penghargaan pemain terbaik Eropa – Andres Moller, dan Karl Heinz Riedle. Pemain-pemain itu dapat melangkahi Juventus yang berisikan Deschamps, Zidane, Vieri dan Del Piero.

Judi Bola – Kesuksesan tiga tahun beruntun tersebut ternyata tak bertahan lama karena musim-musim selanjutnya mereka hanya meraih posisi keempat di musim selanjutnya. Di tahun 1999-2000, Dortmund malah anjlok lebih dalam lagi, die borussien hanya meraih sedikit poin hingga berjarak Cuma lima poin dari zona relegasi. Kehancuran Dortmund di kurun waktu tersebut diakibatkan manajemen keuangan yang buruk dan pergantian manajer yang terlalu sering hingga menggoyang stabilitas klub dan berdampak pada permainan.

Manajemen Dortmund mengambil keputusan yang drastic, Dortmund menjadi klub pertama dan satu-satunya yang namanya terdaftar dalam bursa saham Jerman. Keputusan tersebut membawa dana yang memungkinkan Dortmund untuk memboyong Marcio Amoroso, Jan Koller, Ewerthon, dan pemain kreatif Tomas Rosicky. Pembelian tersebut membuat Dortmund sebagai penantang title juara untuk sekali lagi - Judi Bola.

Ternyata strategi yang dilakukan saat itu mendatangkan masalah lagi, mismanajemen dalam hal keuangan menjadi penyebabnya. Klub yang telah mengeluarkan uang begitu banyak untuk pemain asing telah terlilit utang sebesar 125 juta pounds. Kejadian ini berujung pada penjualan lapangan dan membuat mereka tak dapat bermain di liga champions 2003. Akhirnya klub biru-kuning tersebut dinyatakan mengalami kebangkrutan di tahun 2005. Ambisi untuk sukses telah datang dengan pengorbanan besar yang harus dibayar beberapa tahun berikutnya dan kejadian tersebut membuat salah satu klub besar Eropa harus mengalami kebangkrutan financial.

Judi Bola – Diantara tahun 2005-2008, klub telah memutuskan untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Keputusan tersebut membawa mereka berada di posisi papan tengah klasemen, posisi yang tak pernah terbayangkan oleh fans Dortmund di tahun 90an.

Saat Thomas Doll, pelatih Dortmund di musim 2007/2008 membawa klub berada di posisi ke 13 klasemen, posisi yang terburuk dalam dua puluh tahun terakhir keikutsertaan Bundesliga, kenyataan tersebut membawa kemungkinan jika Dortmund tak akan pernah menjadi klub yang besar lagi. Setidaknya premis tersebut bertahan sampai terjadi revolusi dalam tubuh manajemen Dortmund – Judi Bola.

Masalah kembali menghampiri Dortmund, dan mismanajemen keuangan kembali menjadi penyebabnya. Klub telah salah langkah dalam kebijakan transfer musim panas, kala itu manajemen Dormund menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pemain asing. Kebijakan tersebut membuat klub berhutang sebesar 123 juta pounds dan terpaksa menjual kepemilikan nama stadion pada pihak lain. Kegagalan mencapai zona liga Champions di musim tersebut adalah palu godam yang makin menghantam nasib klub berjuluk die Borussien makin ke bawah. Peristiwa inilah yang membuat klub mengalami kebangkrutan di tahun 2005. Ambisi untuk sukses pasti membutuhkan biaya dan salah satu klub besar Eropa harus mengalami kebangkrutan karena kekurangcermatan dalam merinci biaya yang dibutuhkan – Judi Bola

Diantara tahun 2005-2008, klub telah mencanangkan cuci gudang demi menyeimbangkan neraca keuangan. Penjualan pemain besar-besaran membuat peringkat Dortmund di musim-musim tersebut anjlok, Dortmund bukan lagi menjadi klub penantang gelar Bundesliga, mereka hanyalah menjadi klub papan tengah.

Mulai Dari Nol – Judi Bola

Musim panas 2008, manajemen baru datang dengan strategi yang lebih fresh. Setelah Doll menyadari bahwa mereka butuh pelatih yang bisa menginspirasi klub dan membuat Dortmund menjadi klub yang disegani lagi.

Mereka memilih Juergen Klopp, manajer muda potensial yang berhasil membawa Mainz menembus Bundesliga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka. Klopp dianggap sebagai manajer potensial di Jerman, dengan pendekatan yang modern dan disiplin. Dia diikat kontrak selama dua tahun dengan target untuk menjadikan Dortmund klub yang kembali disegani. Target yang diberikan pada Klopp juga digarisbawahi dengan catatan : selama tak membuat klub mengalami hutang – Judi Bola

Oleh karena itu, Klopp memfokuskan pada pengembangan pemain muda, menggunakan pemain dari akademi. Kalaupun ada pembelian pemain, pasti melibatkan pemain muda yang harganya murah. Klopp membuat skuadnya menjadi sekumpulan anak muda yang lapar dan sangat ingin untuk berkembang. Inilah yang diinginkan Dortmund, model bisnis dengan perkembangan yang menjanjikan. Akankah mengalami kesuksesan besar di masa datang?

Kebangkitan Kembali Dortmund -  Judi Bola

Dampak yang dibawa Klopp terasa sangat besar, klub itu berhasil menjuarai DFB Supercup di pertandingan kompetitif pertamanya. Musim itu mereka menyelesaikan musim dengan duduk di posisi keenam klasemen, yang artinya meningkat dari musim lalu (hanya menempati posisi ke 13). Dortmund juga hanya kalah lima kali dari 34 pertandingan liga. Klopp paham pentingnya pembangunan lini belakang yang solid. Ini yang membuat pertahanan Dortmund menjadi yang terbaik di liga.

Pertahanan yang digalang oleh penampilan impresif Nevan Subotic, bek Serbia yang didatangkan Klop dari klub lamanya Mainz dengan harga 4,6 juta Euro. Rekan Subotic di jantung pertahanan adalah Matt Hummels, pemain muda berbakat Jerman yang dianggap sulit berkembang oleh Bayern Muenchen. Hummels mulanya berstatus pemain pinjaman, dan statusnya dipermanenkan di akhir musim. Kerjasama mereka berdua menjadi fondasi dari kesuksesan Dortmund dan menunjukkan bahwa dengan pelatih yang tepat, harga pemain yang murah tidak menjadi masalah – Judi Bola

Klopp dan timnya menjadi satu unit yang sangat cerdik dalam merekrut pemain, meskipun dana yang dimiliki terbatas. Kemampuan scouting luar biasa yang dimiliki Dortmund serta koneksinya yang luas, membuat mereka bisa merekrut pemain berdasarkan kemampuan, bukan reputasi yang digemborkan media. Penemuan terbaik mereka adalah Shinji Kagawa. Kagawa dulunya bermain di kasta kedua J-League dan dibeli dengan harga hanya 300 ribu pounds. Saat membeli Kagawa, Dortmund juga membeli Robert Lewandowski, Lukasz Piszczek dan Jakub Blaszkowski dengan harga yang juga murah – Judi Bola.

Sekumpulan pemain baru ini dapat menjadi pemain yang berkualitas karena kerja keras yang dimiliki oleh tim pelatih. Klopp menunjukkan bahwa dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik pemain yang selama ini tak dikenal media, atau pemain yang dianggap terbuang. Kepercayaannya pada pemain dan kemampuannya untuk mengembangkan bakat mereka telah membawa hasil. Kagawa dan Lewandowski berkembang menjadi pemain berkelas dunia berkat polesan Klopp. Bakat dan kemampuan mereka kini tak bisa diremehkan – Judi Bola.

Saat Dortmund menjadi juara di tahun 2012, Robert Lewandowski mencetak 30 gol. Dia menunjukkan performa yang brilian di depan gawang, puncaknya adalah saat hattrick yang menghancurkan Bayern di final DFB Pokal serta gol-golnya yang merontokkan Real Madrid di semifinal liga Champions. Tiga tahun waktu yang dibutuhkan Klopp untuk membawa klub peringkat 13 menjadi juara Bundesliga. Skuad juara Dortmund tahun 2011 hanya membutuhkan dana kurang dari 5 juta pounds. Selain itu tim ini menunjukkan progress yang menakjubkan di Eropa, berhasil mencapai final dalam waktu dua tahun keikutsertaan mereka diajang paling bergengsi di Eropa. Kekuatan baru telah lahir – Judi Bola.

Ditulis oleh Panduan Bola SBObet Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://panduanbolasbobet.com/judi-bola-sekilas-tentang-borussia-dortmund/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.