Djibril Cisse Masih Harapkan Perkuat Tim Nasional Perancis

Djibril Cisse Masih Harapkan Perkuat Tim Nasional Perancis

Djibril Cisse Masih Harapkan Perkuat Tim Nasional Perancis - Penyerang veteran Djibril Cisse masih memiliki harapan tinggi di tingkat internasional. Perhelatan Piala Dunia 2014 mendatang di Brasil, masih menjadi sasaran utama bagi ujung tombak yang memiliki ciri khas rambut mohawk itu, setelah kembali dari masa-masa suram dalam karirnya di lapangan hijau.

Walau saat ini sudah berusia 32 tahun, namun penyerang yang telah meneken kontrak satu tahun setengah dengan Bastia pada awal Tahun Baru, mengaku tidak hanya menjaringkan enam gol di Ligue 1 tanpa hasil di musim ini, melainkan ia ingin menarik perhatian dari pelatih tim nasional Perancis, Didier Deschamps, agar memperoleh tempat yang layak bersama tim asal Corsica itu.

Setelah penampilannya di tingkat internasional terbatas karena cedera, saat EURO 2004, dan kemudian jelang persiapan Piala Dunia 2006, kemudian dicoret tidak lama sebelum perhelatan EURO 2008 dan juga tidak masuk perhitungan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Cisse terbilang sebagai pemain yang paling sial di ajang internasional sejauh ini.

Kendati demikian, ia mengaku rasa kekecewaan tersebut, ditambah dengan catatan cedera patah kaki yang dialaminya ketika masih membela panji Liverpool pada Oktober 2004 dan kemudian cedera yang sama pada Juni 2006, membuat keyakinannya itu semakin kuat untu bisa tampil kali ini.

“Hal ini selalu membuat saya terus belajar dari kegagalan. Jika anda ingin memperolehnya, maka anda harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, dan tidak ada yang bisa mencegah anda untuk melakukannya. Secara teknik, mungkin saya bukanlah seseorang yang mendapatkannya dari bakat alami, namun dari segi mental, tidak ada yang bisa mengalahkan saya setelah sejumlah cedera memupuskan harapan saya untuk kembali beraksi di ajang internasional dan tidak mudah untuk kembali menginjakkan kaki di rumput.

“Tentu rasa kekecewaan yang ada terhadap tim nasional Perancis pasti ada, teapi saya bukanlah tipikal orang yang bermental lemah. Saya tidak pernah menyerah,” tegas Cisse, yang ingin membuktikan semua keraguan terhadap dirinya.

“Jika saya tahu masih bisa mleakukan segala sesuatunya dengan baik dan mereka meremehkannya, maka saya siap untuk menunjukkan kepada mereka dan bahwa mereka keliru.”

Kendati Cisse sudah tidak berkompetisi di ajang internasional sejak Oktober 2011, ambisinya tidak pernah pudar untuk mengenakan kostum Les Blues dan bukan tidak mungkin kesempatan itu tiba. Sementara Olivier Giroud dan Karim Benzema, yang terbatas karena cedera, tetapi berpeluang besar disertakan ke Brasil, Deschamps kemungkinan membutuhkan penyerang ketiga.

Dari sejumlah kandidat yang ada menunjukkan bahwa masih terdapat Loic Remy, Bafetimbi Gomis dan Andre-Pierre Gignac, yang berada di depan Cisse dalam pemilihan tersebut. Sebelumnya, Deschamps juga mengkritisi pemain-pemainnya, termasuk Lassana Diarra, yang memutuskan pindah ke Rusia, demi memperoleh pendapatan tinggi ketimbang meningkatkan karirnya untuk tim nasional.

Setelah meninggalkan Kuban Krasnodar untuk kembali ke Perancis dan – dengan tujuan utamanya – memangkas pendapatannya, Cisse ingin mengalahkan para petaruh yang meragukan kapasitasnya.

“Mereka memiliki keuntungan untuk mengetahui skuad secara keseluruhan. Saya datang dari belakang, namun hal ini mungkin jauh lebih baik. Saya termotivasi, itu sudah pasti saya akan meningkatkannya 100 persen,” ungkap mantan penyerang Marseille, Panathinaikos dan Lazio, yang menjaringkan sembilan kali dari 41 penampilannya di ajang internasional.

“Dengan Bastia, saya jauh lebih terekspos ketimbang masih berada di Yunani. Kini tergantung dari saya pribadi untuk menunjukkan kepada mereka. Saya pikir tidak ada daftar hitam dan saya sama sekali tidak beranggapan untuk mengurangi rasa hormat kepada pelatih.”