Agen SBObet Dinasti Moratti Warisan Calcio

Agen SBObet Dinasti Moratti Warisan CalcioAgen SBObet – Sebagai salah satu keluarga paling berpengaruh dan kontroversial di dunia olahraga Italia, dinasti Moratti punya posisi unik dan kontroversial di sejarah Calcio.

Kisah mereka dimulai dengan Angelo Moratti, setelah kaya dari bisnis minyak, menjadi presiden Inter tahun 1955. Saat itu Inter berada di bayang-bayang rival sekota mereka AC Milan setelah kegagalan di ajang Eropa, meski beberapa kali meraih gelar liga. Moratti pun menyatakan tujuannya untuk menguasai Eropa dan menciptakan warisannya di klub. Dia lalu melakukan keduanya.

Lelaki yang dipercaya Moratti untuk menahkodai transformasi klubnya adalah pelatih Argentina Helenio Herrera. Setelah tiba dari Barcelona tahun 1960, Herrera diikuti pemain peraih gelar Pemain Terbaik Eropa Luis Suarez, yang dia latih di Spanyol. Herrera memperkenalkan formasi 3-5-2 dan sikap mengutamakan pertahanan pada Nerazzurri. Tim itu pun perlahan-lahan berkembang dan memenangkan Scudetto musim 1962/63. Di tahun yang sama, kerja keras Moratti di luar lapangan membuahkan hasil dengan pusat pelatihan baru Inter diberi nama sesuai namanya.

Moratti dan Herrera membangun sebuah tim yang dihuni beberapa pemain terbaik Inter saat itu. Pemain seperti Giacinto Facchetti, Armando Picchi, Sandro Mazzola, dan tentu Suarez, merumput di lapangan San Siro dalam puncak permainan mereka sebagai pesepakbola – Agen SBObet.

Inter akhirnya mencapai tujuan utama mereka dengan sukses Piala Eropa melawan Real Madrid pada tahun 1964. Setahun kemudian, Inter mengalahkan klub besar Eropa lain di final Piala Eropa lagi, kali ini lawan mereka adalah Benfica. Setelahnya, Inter menambahkan Piala Interkontinental dalam lemari trofi mereka.

Skuad Inter tahun 1960an bisa dibilang merupakan salah satu tim terhebat dalam sejarah Italia dan Moratti telah berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah Inter. Namun warisan skuad itu sedang dilanda kontroversi.

Surat kabar Inggris The Times melaporkan pada tahun 2003 bahwa Angelo Moratti telah memilih dan menekan wasit Hungaria Gyorgy Vadas tahun 1965 untuk mengatur laga Piala Eropa melawan Malaga. Mereka juga mengklaim bahwa Inter sudah melakukan usaha pengaturan hasil pertandingan seperti itu di kompetisi Eropa kedua musim sebelumnya. Brian Glanville, yang meneliti dan menulis artikel itu, mengatakan bahwa sukses Inter di Eropa awal 1960an merupakan “buah dari penyuapan dan korupsi di mana Angelo Moratti memainkan peran krusial di proses yang dilakukan dua orang, Deszo Szolti, ahli lobi Hungaria, dan Italo Allodi, direktur olahraga Inter”. Setelah laporan Times itu dimuat, eks pemain Inter Ferruccio Mazzola juga mengakui bahwa ada penggunaan sistemik obat ilegal yang meningkatkan performa di klub itu saat di bawah Angelo Moratti – Agen SBObet.

Mazzola memenangkan kasus hukum tahun 2010  dan Inter memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas putusan itu. Hal ini oleh banyak media Italia ditafsirkan sebagai pengakuan kesalahan Inter meskipun tidak ada pengakuan secara langsung.

Angelo Moratti turun dari jabatannya sebagai presiden klub tahun 1968 dan meninggal tahun 1981. Dia tidak pernah menjumpai badai yang dia dituduh ciptakan. Namun dia tetap jadi salah satu orang paling berpengaruh dalam sejarah Inter yang mengubah klub itu menjadi klub besar Eropa.

Massimo Moratti, anak Angelo, mengambil alih klub tahun 1995. Dia punya tujuan yang sama seperti ayahnya, mengantar Inter mendominasi Italia dan Eropa. Massimo melakukannya seperti ayahnya juga, merekrut beberapa pemain terbaik dunia ke San Siro. Dua kali dia memecahkan rekor transfer dunia saat memboyong Ronaldo dari Barcelona serta Christian Vieri dari Lazio. Beberapa nama terkenal lain yang dia datangkan di awal kekuasaannya adalah Hernan Crespo, Angelo Peruzzi, dan Juan Sebastian Veron – Agen SBObet.

Namun usaha itu tidak mendatangkan sukses yang diimpikannya. Faktanya malah, Massimo Moratti memimpin Inter dalam salah satu periode paling miskin gelar dalam sejarah Inter, di antara tahun 1995 dan 2004, dengan hanya satu Piala UEFA tahun 1998 diraih, meski begitu banyak uang diinvestasikan.

Hal ini membuat Massimo Moratti menunjukkan sisi kepribadian lain, yang begitu jauh dari model ayahnya, dengan memecat pelatih. Angelo Moratti tetap mempertahankan Herrera meskipun awalnya biasa saja, sedang Massimo memecat banyak nama besar dalam usahanya, termasuk Marcello Lippi dan Hector Cuper.

Penunjukkan Roberto Mancini tahun 2004 merupakan titik balik dalam kepresidenan Massimo Moratti. Mancini dengan cepat membawa sukses ke Inter dan mendominasi Serie A. Datangnya pemain sekaliber Zlatan Ibrahimovic membawa klub itu ke level atas. Namun kegagalan di Eropa membuat Mancini didepak tahun 2008. Keputusan Moratti kali ini menemukan pembenaran.

Jose Mourinho pun dikontrak untuk memberikan Moratti apa yang dia inginkan, trofi Liga Champions. Di musim pertamanya Mourinho memenangkan Serie A, namun Eropa tidak. Di awal musim 2009/10 tekanan di Moratti pun memuncak. Musim itu pun menjadi musim terbaik dalam sejarah Inter dengan Nerazzuri menjadi tim pertama di Italia yang memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim. Barcelona dikalahkan di semifinal dan Bayern di final yang dihelat di Madrid, di mana Bayern sendiri juga hampir mencetak treble – Agen SBObet.

Sejak sukses Liga Champions dan kepergian Mourinho, Inter terus menurun. Manajer dan pemain datang dan pergi namun Moratti tetap di situ, meski masa depannya sendiri mulai tak pasti.

Santer diberitakan akhir-akhir ini bahwa seorang pebisnis Indonesia Erick Thohir berminat membeli saham Inter, yang bisa mengakhiri masa Massimo Moratti menguasai klub. Namun warisannya di klub tetap tercatat dengan tinta emas.

Dan seperti ayahnya, warisannya bisa ternoda dengan skandal pengaturan skor.

Setelah Calciopoli diangkat, ada beberapa tuduhan balik terhadap Inter. Tuduhan ini membagi sepakbola Italia, sebagian berpendapat Inter tidak bersalah, sebagian lagi percaya bahwa malah Inter otak sejatinya. Sikap Moratti yang banyak bicara tidak membantu mendinginkan suasana dengan hobinya menuduh otoritas Italia dan wasit lebih condong ke Juventus daripada Nerazzurri.

Nama keluarga Moratti akan terus dicatat dalam sejarah sepakbola Italia dan Inter Milan, menciptakan skuad terbaik dalam sejarah 105 tahun klub itu. Bagi pihak lain, utamanya fans Milan dan Juventus, mereka mempermalukan sepakbola Italia dengan membayar mahal pemain-pemain asing dan menjadi pusat skandal pengaturan hasil pertandingan. Kontroversi akan terus berlanjut – Agen SBObet.

Ditulis oleh Panduan Bola SBObet Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://panduanbolasbobet.com/agen-sbobet-dinasti-moratti-warisan-calcio/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.