Agen Bola Manajer Timnas Enggan Komentari Pinalti Kontroversial Singapura

Manajer Timnas Enggan Komentari Pinalti Kontroversial SingapuraAgen Bola – Timnas U 23 Indonesia harus gagal memetik kemenangan kala mereka melakoni laga persahabatan melawan timnas U 23 Singapura. Pertandingan berakhir dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan Singapura. Hal ini menasbihkan keunggulan Singapura yang sebelumnya mengakhiri pertandingan di Stadion Manahan Solo pada tanggal 9 Juni lalu dengan skor akhir 1-1. Namun, Indonesia pantut berbangga lantaran Indonesia justru menguasai jalannya pertandingan padahal laga tersebut adalah laga tandang. Selain itu, keunggulan didapat oleh skuad timnas muda Singapura dari titik putih. Pemberian hadiah pinalti tersebut menurut banyak kalangan dianggap sebagai kesalahan fatal yang dilakukan oleh sang hakim lapangan.

Mengenai pinalti kontroversial yang diterima oleh Singapura, Candra Solehan selaku manajer timnas U 23 Indonesia tidak mau memberikan komentar apapun. Ketika awak media meyodorkan pertanyaan tersebut, sang manajer membiarkan masyarakat menilai sendiri. Agen SBObet pinalti tersebut dianggap janggal oleh beberapa orang. Pasalnya, tidak ada sentuhan atau senggolan sama sekali ketika salah satu pemain Singapura jatuh di kotak pinalti, Syahrizal, pemain Persija, dianggap sebagai pengganggu pergerakan pemain Singapura tersebut sehingga pemain tersebut jatuh. Akhirnya, pemain asal Persija tersebut diganjar kartu kuning sementara Singapura dihadiahi tendangan pinalti. Pada menit-menit akhir, salah satu pemain Singapura mencoba mengecoh kembali sang wasit dengan cara menjatuhkan diri di kotak pinalti. Kali ini, wasit sangat jeli sehingga pemain tersebut dihadiahi kartu kuning karena ia melakukan diving.

Terlepas dari pinalti kontroversial tersebut, sang manajer memiliki alasan sendiri tentang kekalahan timnas Garuda dalam laga persahabatan melawan Singapura tersebut. Ia menilai para pemain tidak terbisa dengan kondisi lapangan. Laga tersebut dihelat di Stadion Jalan Besar, Singapura di mana stadion tersebut menggunakan rumput sintetis. Jenis rumput ini berbeda dengan jenis rumput di mana para skuad muda timnas Indonesia berlatih di Indonesia. Selain itu, ukuran lapangan lebih kecil dari dari lapangan biasa. Agen SBObet Dua faktor ini ternyata mempengaruhi para pemain timnas U 23 Indonesia.

Selain itu, sang manajer juga memaklumi kekalahan timnas Garuda lantaran mereka berlaga pada bulan puasa. Seluruh pemain sedang menjalankan puasa kecuali Pahabol. Laga persahabatan tersebut memang digelar malam hari. Namun, laga tersebut dimulai tepat 88 menit setelah adzan maghrib dikumandangkan. Hal ini membuat para pemain hanya diizinkan mengkonsumi makanan dengan jumlah sedikit yang bisa dicerna oleh alat pencernaan dengan cepat. Oleh karena itu, skuad Garuda muda tidak memiliki cukup energi dalam laga tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah tampaknya cukup kualahan dengan pola permainan umpan pendek yang diterapkan oleh pelatih timnas U 23 Indonesia. Bahkan, para pemain Singapura lebih sering mundur ke belakang untuk menghadapi serangan dari timnas Indonesia. Praktis, pertandingan seolah-olah digelar di setengah lapangan saja. Agen SBObet.

Ditulis oleh Panduan Bola SBObet Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://panduanbolasbobet.com/agen-bola-manajer-timnas-enggan-komentari-pinalti-kontroversial-singapura/Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.